MUJAHADAH DAN SABAR

Artinya: “Apakah kalian mengira masuk surga, padahal Allah belum mengetahui siapa di antara kalian orang-orang yang bersungguh-sungguh dan bersabar.”(Qs Ali Imron: 142)
Siapa yang tidak mau masuk surga? Setiap kita tentu ingin sekali memasukinya. Tapi, sebelumnya berbicara panjang lebar tentang surga beserta kenikmatan abadinya kita perlu bertanya, “Apa itu surga?” Untuk siapa ia diciptakan oleh Allah?”
Di dunia ini, setiap orang ingin hidup bahagi, senang, damai dan penuh kesejahteraan. Jauh dari hiruk-pikuk yang bisa mengganggu ketenangannya. Tapi, itu mungkin hanya sekedar keinginan dan angan-angan saja. Karena memang di dunia ini tidak ada yang namanya ketenangan dan kedamaian sejati dan selamanya, selain keimanan yang bersemayan di dalam dada orang yang beriman.
Meski banyak orang yang merasa bahagia dan sudah terlalu enak di dunia ini karena kemewahan hidup dan kekayaannya yang luar biasa, tetap saja masih perasaan itu masih labil bahkan rentan mengalami kesulitan dalam hidup apabila semua yang ia miliki itu tiba-tiba harus lenyap. Karena memang sifat dunia itu hanya sementara, tidak abadi dan pasti akansirna suatu saat.
Jadi, memahami karakter dunia, kenikmatan dan kefanaan alam semesta ini harus benar-benar kita pahami bersama.
Ayat di atas Allah bertanya kepada manusia, apakah manusia mengira bahwa dirinya akan masuk surga yang penuh dengan kenikmatan, padahal Allah belum tahu sejauh mana bekal yang sudah dipersiapkan untuk memasukinya. Hakikatnya lafaz ‘Allah belum tahu‘ bukanlah makna sebenarnya, karena Allah pasti mengetahui segala sesuatunya di alam semesta ini, baik yang kecil sampai yang besar, yang tersembunyi ataupun yang tak terlihat mata manusia, yang dahulu, sekarang dan yang akan datang, sampai kapan pun. Tapi lafaz ini menggunakan singgungan logika manusia bahwa jangan terlalu berangan-angan masuk surga kalau sudah mati kelak, sementara belum ada sesuatu yang paling berharga yang bisa dipersembahkan untuk Allah swt.
Makanya Allah ingin tahu dahulu apakah prasyarat mujahadah (kesungguh-sungguhan) dan kesabaran itu sudah terpatri di alam kenyataan ataukah belum?
Apa makna mujahadah di sini? Mujahadah adalah simbol jihad, kesungguh-sungguhan, keseriusan dan penuh perhitungan dalam beramal shaleh. Surga itu sangat nikmat, penuh kedamaian dan ketenangan. Namun, ia pasti mahal dan tidak mudah digapai. Tapi bukan berarti tidak mungkin untuk digapai. Karena simpel saja bahwa siapa yang ingin masuk surga maka ia harus beramal. Beramal pun bukan amal yang sembarangan dan asal-asalan tanpa aturan. Tapi amal yang telah diperintahkan oleh Allah dan dicontohnya oleh Rasulullah sebagai suri keteladanan. Ya itulah mujahadah. Bagaimana kita serius meneladani ajaran beliau, perjuangan beliau, dakwah beliau dan jejak kepribadian beliau semuanya. Mujahadah juga dalam arti bagaimana mengimplementasikan amaliyah yaumiyyah beliau dalam kehidupan kita sehari-hari yang berbeda dengan situasi dan kondisi zaman beliau.
Di sini berarti kita harus sungguh-sungguh mempelajari Islam sesuai dengan kondisi zaman dan keadaan di mana kita hidup. Bermujahadah menuntut ilmu, mujahadah mengenal lingkungan dan lain sebagainya.
Sabar, dalam arti bersabar dalam keseriusan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan. Karena sifat serampangan tidak akan memberikan manfaat apa-apa selain keteledoran yang akan mengantarkan kepada salah kaprah dalam pengamalan. Dan itu bukan yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Banyak sekali zaman sekarang mujahadah dan kesabaran ini hilang dari praktek keseharian umat Islam. Kemalasan, kesantaian dan memanjakan diri sendiri dengan menunggu ’emas’ dari langi menjadi habit mayoritas orang Islam. Padahal dahulu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi saja Rasulullah harus berjuang dengan cara berbisnis.
Ada lagi sifat ketidaksabaran dalam segala hal misalnya. Betapa banyak orang yang kurang sabar dalam keseharian. Tidak sabar dalam ibadah, inginnya cepat-cepat selesai dalam shalat, tanpa mengikuti rukun dan kewajiban yang telah diajarkan. Apalagi bisa khusyu. Tidak sabar dalam menunggu antrean, tidak sabar dalam menunggu hasil yang memuaskan dan lain sebagainya. Nah di sini, mujahadah adalah sebagai saudara dari kesabaran. Karena untuk bisa sabar menghadapi orang lain yang berbeda karakter dengan kita juga butuh mujahadah. Dan itu memang tidak mudah dilakukan tanpa latihan yang kontinyu.

Bahkan dalam surat lain, disebutkan bahwa syarat masuk surga yang harus dilakukan di dunia ini adalah adanya realitas ujian dan cobaan dari Allah berupa tribulasi hidup dan tantangan perjuangan. Lihat saja bagaimana para nabi dan rasul diuji dalam hidupnya demi tegaknya risalah Allah di atas bumi ini. (Qs al-Baqoroh: 214)

Jadi, syarat masuk surga tidak dengan mengurusi hal-hal yang kecil lagi remeh-temeh. Tapi berjuang demi tegaknya dinullah ini. Meyakini bahwa cobaan hidup dan tribulasi dakwah merupakan keniscayaan bagi orang-orang muslim yang mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat. Sekali lagi, bukan dengan cara mengurusi hal-hal yang sunnah lalu melupakan hal-hal yang wajib. Ini karena Allah menyukai hal-hal yang besar dari amal orang yang beriman. Karena agenda besar Allah bagi mereka yang beriman ada pada penegakkan khilafah di bumi dan berukhuwwah dalam mengamalkannya.

Diharapkan impian kita untuk bisa masuk surga bisa terukur dengan tekad yang kuat untuk berlaku mujahadah dan sabar dalam segala hal. Termasuk di dalamnya sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah yang memang demikian banyak, sabar dalam meninggalkan dosa dan kemaksiatan. (Qs al-Ankabut: 2-3) Karena jujur saja, ketika umat dihadapkan dengan perintah maka itu mudah dilakukan dengan setengah hati. Tapi ketika dihadapkan dengan perintah meninggalkan larangan, maka hal itu sangat sulit sekali.

Begitu pula sabar dalam menghadapi cobaan hidup yang memang bagian dari karakter dunia yang harus dihadapi oleh kita sebagai seorang muslim dan muslimah.

Jadi marilah kita lebih mengenal karakter mujahadah dan kesabaran dalam hidup sehingga kita mengamalkannya dengan baik dan berhak mendapatkan janji masuk surga yang Allah janjikan, Amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s