baik dan buruk

arif90Add your blog now!Increase readership and earnings. Earn money from AdSense and Amazon.

Forgot password?CalloutSmallclosebutton

0

Makna  BAIK  dan  BURUK  dalam  Islam

Posted about 1 year agohttp://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http://www.yousaytoo.com/makna-baik-dan-buruk-dalam-islam/323323&layout=button_count&width=80&show_faces=false&action=like&colorscheme=light&font=tahoma&height=21&locale=en_UShttp://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.html#_=1317508745618&count=horizontal&id=twitter_tweet_button_0&lang=en&original_referer=http%3A%2F%2Fwww.yousaytoo.com%2Fmakna-baik-dan-buruk-dalam-islam%2F323323&text=Makna%20BAIK%20dan%20BURUK%20dalam%20Islam&url=http%3A%2F%2Fwww.yousaytoo.com%2Fmakna-baik-dan-buruk-dalam-islam%2F323323&via=yousaytoo

//

//

Para filosof dan teolog sering membahas tentang arti baik dan buruk,   serta tentang pencipta kelakuan tersebut, yakni apakah kelakuan itu   merupakan hasil pilihan atau perbuatan manusia sendiri, ataukah berada   di luar kemampuannya?

Tulisan ini tidak akan mengarungi samudera pemikiran yang dalam lagi   sering menenggelamkan itu, namun kita dapat berkata bahwa secara nyata   terlihaMakna BAIK dan BURUK dalam Islamt dan sekaligus kita akui bahwa terdapat manusia yang berkelakuan   baik, dan juga sebaliknya. Ini berarti bahwa manusia memiliki kedua   potensi tersebut. Terdapat sekian banyak ayat Al-Quran yang dipahami   menguraikan hal hakikat ini, antara lain:

Maka Kami telah memberi petunjuk (kepada)-nya (manusia) dua jalan   mendaki (baik dan buruk) (QS Al-Balad [90]: ayat 10).

…dan (demi) jiwa serta penyempurnaaaan ciptaannya, maka Allah   mengilhami (jiwa manusia) kedurhakaan dan ketakwaan (QS Asy-Syams [91]:   ayat 7-8).

Walaupun kedua potensi ini terdapat dalam diri manusia, namun  ditemukan  isyarat-isyarat dalam Al-Quran bahwa kebajikan lebih dahulu  menghiasi  diri manusia daripada kejahatan, dan bahwa manusia pada  dasarnya  cenderung kepada kebajikan.

Al-Quran surat Thaha (20): 121 menguraikan bahwa Iblis menggoda Adam   sehingga, … durhakalah Adam kepada Tuhannya dan sesatlah ia.
Redaksi ini menunjukkan bahwa sebelum digoda oleh Iblis, Adam tidak   durhaka, dalam arti, tidak melakukan sesuatu yang buruk, dan bahwa   akibat godaan itu, ia menjadi tersesat. Walaupun kemudian Adam bertobat   kepada Tuhan, sehingga ia kembali lagi pada kesuciannya.

Kecenderungan manusia kepada kebaikan terbukti dari persamaan   konsep-konsep pokok moral pada setiap peradaban dan zaman. Perbedaan   –jika terjadi– terletak pada bentuk, penerapan, atau pengertian yang   tidak sempurna terhadap konsep-konsep moral, yang disebut ma’ruf dalam   bahasa Al-Quran. Tidak ada peradaban yang menganggap baik kebohongan,   penipuan, atau keangkuhan. Pun tidak ada manusia yang menilai bahwa   penghormatan kepada kedua orang-tua adalah buruk. Tetapi, bagaimana   seharusnya bentuk penghormatan itu? Boleh jadi cara penghormatan kepada   keduanya berbeda-beda antara satu masyarakat pada generasi tertentu   dengan masyarakat pada generasi yang lain. Perbedaan-perbedaan itu   selama dinilai baik oleh masyarakat dan masih dalam kerangka prinsip   umum, maka ia tetap dinilai baik (ma’ruf).

Seorang sahabat Nabi saw bernama Wabishah bin Ma’bad berkunjung kepada   Nabi saw, lalu beliau menyapanya dengan bersabda: Engkau datang   menanyakan kebaikan? Benar, wahai Rasul,  jawab Wabishah . Tanyailah   hatimu! Kebajikan adalah sesuatu yang tenang terhadap jiwa, dan yang   tenteram terhadap hati, sedangkan dosa adalah yang mengacaukan  hati  dan membimbangkan dada, walaupun setelah orang memberimu fatwa.  (HR  Ahmad dan Ad-Darimi).

Dengan demikian menjadi amat wajar jika ditemukan ayat-ayat Al-Quran   yang mengisyaratkan bahwa manusia pada hakikatnya –setidaknya pada  awal  masa perkembangan– tidak akan sulit melakukan kebajikan, berbeda   halnya dengan melakukan keburukan.

Salah satu frase dalam surat Al-Baqarah ayat 286 menyatakan , untuk   manusia ganjaran bagi perbuatan baik yang dilakukannya dan sanksi bagi   perbuatan (buruk) yang dilakukannya.
Oleh beberapa ulama, frase ini kerap dijadikan sebagai bukti apa yang   disebut di atas. Dalam terjemahan di atas terlihat bahwa kalimat “yang   dilakukan” terulang dua kali: yang pertama adalah terjemahan dari kata   kasabat dan kedua terjemahan dan kata iktasabat.

Syaikh Muhammad Abduh dalam tafsir Al-Manar menyatakan kata iktasabat,   dan semua kata yang berpatron demikian, memberi arti adanya semacam   upaya sungguh-sungguh dari pelakunya, berbeda dengan kasabat yang   berarti dilakukan dengan mudah tanpa pemaksaan. Dalam ayat di atas,   perbuatan-perbuatan manusia yang buruk dinyatakan dengan iktasabat,   sedangkan perbuatan yang baik dengan kasabat . Ini menandakan  bahwa  fitrah manusia pada dasarnya cenderung kepada kebaikan, sehingga  dapat  melakukan kebaikan dengan mudah. Berbeda halnya dengan  keburukan  yang harus dilakukannya dengan susah payah dan keterpaksaan  (ini tentu  pada saat fitrah manusia masih berada dalam kesuciannya).

Potensi yang dimiliki manusia untuk melakukan kebaikan dan keburukan,   serta kecenderungannya yang mendasar kepada kebaikan, seharusnya   mengantarkan manusia memperkenankan perintah Allah (agama-Nya) yang   dinyatakan-Nya sesuai dengan fithrah (asal kejadian manusia). Dalam   Al-Quran surat Ar-Rum (30): 30 dinyatakan,

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). Itulah   fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. (   Ar-Rum (30): 30)

Di sisi lain, karena kebajikan merupakan pilihan dasar manusia, kelak  di  hari kemudian pada saat pertanggungjawaban, sang manusia dihadapkan   kepada dirinya sendiri:
Bacalah kitab amalmu (catatan perbuatanmu); cukuplah engkau  sendiri  yang melakukan perhitungan atas dirimu (QS Al-Isra’ [17]:  14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s